Jumat, April 26, 2024
DaerahPemerintahan

Lapas Dan Rutan Kota Agung Kolaborasi Gelar Aksi Donor Darah

Tanggamus | Lensaexpose.com

Aksi kemanusiaan dalam bentuk donor darah ini diselanggarakan dalam rangka peringatan Hari Dharma Karya Dika Kemenkuhmam RI yang puncaknya jatuh pada 19 Agustus mendatang.

Sementara itu, kegiatan dibuka langsung oleh Kalapas Kotaagung Beni Nurrahman didampingi Karutan Kotaagung Akhmad Sobirin Soleh dan jajaran pejabat struktural pada Kamis, (28/07/2022) bertempat di Aula Lapas Kota Agung.

Aksi Donor Darah kali ini bekerja sama dengan Tim Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD Pringsewu.

Ketua TIM UTD RSUD Pringsewu menyampaikan, “kepada seluruh calon pendonor agar tidak usah takut ataupun phobia berlebihan, Sebelum mendonorkan darahnya, calon pendonor di screening kondisi umum kesehatannya, meliputi berat badan, tekanan darah serta kadar hemoglobinnya,” jelasnya.

Lanjutnya, Apabila semua memenuhi syarat, maka calon pendonor bisa menyumbangkan darahnya sebanyak 350ml. Donor darah sendiri baiknya dilakukan rutin 3 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun,” katanya

Kepala Rutan Akhmad Sobirin Soleh mengatakan, “Alhamdulillah, kegiatan donor darah berjalan lancar. Dari 64 orang petugas yang mendaftar menjadi calon pendonor baik rutan maupun lapas, terkumpul 40 kantong darah. Setetes darah kita mungkin sangat berarti bagi saudara kita yang membutuhkan” Terang Karutan, Akhmad Sobirin.

Sobirin menambahkan, selain bisa membantu saudara yang membutuhkan, donor darah juga memiliki manfaat lain sebagai cek kesehatan berkala gratis bagi si pendonor. Darah yang di donorkan oleh Tim medis akan di olah dan diperiksa sedemikian rupa untuk menghasilkan darah yang berkualitas bagi calon penerima donor darah,” ujarnya Karutan.

Sehingga, dari serangkaian pengolahan dan pemeriksaan tersebut bisa diketahui jika ada kelainan atau penyakit dari darah si pendonor. “Jika ditemukan sesuatu yang sekiranya tidak baik untuk kesehatan, tim Unit Transfusi Darah akan menghubungi si Pendonor untuk menginformasikan hal tersebut. Supaya si pendonor dapat memeriksakan kesehatannya lebih lanjut.”. tutup Sobirin. (Masri Sp)

Loading