Pedangang di Rancabungur Ngeluh, Omsetnya Menurun Gegara PPKM Darurat

Lensa Expose.com

RANCABUNGUR – Diterapkannya baru-baru ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat langsung berdampak besar kepada para pelaku usaha atau pedagang di swalayan, pertokoan maupun pedagang penjual kopi dan makanan di sejumlah wilayah.

Seperti yang dikeluhkan oleh Imas (37) warga Desa Rancabungur salah satu pedagang kopi dan makanan, tepatnya di simpang Jalan Rancabungur Ciampea depan Kantor Desa Rancabungur.

“Setelah diberlakukannya PPKM Darurat ini otomatis berdampak besar kepada para pelaku usah kecil seperti kami. Biasanya pembeli rame, sekarang mah sepi, otomatis pendapatan omset juga menurun,” ungkap Imas, Selasa (6/07/2021).

“Udah mah kita usaha lagi sepi, ditambah ada pembatasan jam oprasi pedagang ya makin sepi aja. Biasa buka sampe sore, sekarang mah masih siang juga kita tutup, sepi pembeli atuh gimana lagi. Kita juga ngikutin aturan yang ada sih, mudah-mudahan Covid ini segera berlalu supaya semuanya normal kembali,” tambahnya.

Sementara Aceng selaku Kersa Desa Rancabungur mengatakan, pemberlakuan PPKM Darurat ini memang berdampak ke semua sektor, teruatama kepada para pelaku usaha disekitar wilayah Rancabungur ini, itu sangat berdampak besar.

“Iya otomatis itu sangat berdampak kepada para pelaku usaha, sekarang aja nih liat pedagang dan pembeli sudah mulai sepi. Kita selaku Aparatur Pemerintahan mengikuti aturan yang berlaku aturan PPKM Darurat, dan pertokoan juga sekarang sudah dibatasi jam oprasinya sampai jam 08.00 malem,” tuturnya.

Diberlakukannya PPKM Darurat ini mudah-mudahan warga masyarakat bisa mengerti dan memahami terhadap aturan pemerintah supaya tetap menjaga dan patuhi protokol kesehatan.

“Jadi PPKM Darurat ini guna untuk membatasi mobilitas aktivitas warga dan untuk menekan penularan Covid 19 yang saat ini semakin darurat.” Pungkasnya. (Rdy)

 

Editor: Admin

 124 total views,  1 views today