Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibentang 01, Keluhkan Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

Kab. Bogor, Lensa Expose.com

Sungguh sangat berdampak ganasnya Virus apalagi yang namanya Virus Covid-19 hal sudah dialami hampir semua negara termasuk di Indonesia, hampir disemua sendi-sendi kehidupan manusia berdampak seperti di dunia pendidikan.

Biasanya siswa belajar di kelas bersama-sama, dengan adanya Virus Covid-19 ini hal itu ditiadakan diganti dengan PJJB Daring dan Luring. Kondisi ini sejak di awal maret 2020 sampai dengan sekarang, keadaan ini juga di alami di SDN Cibentang 01 Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng Kab Bogor.

Saat menyambangi Wahid Guru PAI baru-baru ini mewakili Supandi Firmansyah Kepsek SDN Cibentang 01 (saat itu dalam kondisi kurang sehat) Kaitan belajar secara daring dan luring ternyata ada kendala tentang pemahaman bagi orang tua siswa dan sangat merepotkan dan menyusahkan.

“Contohnya belajar daring siswa harus mempunyai HP, harus isi pulsa/kuotanya, sinyal sering lemot, termasuk juga pembelajaran daring perlu pemahaman cara menggunakan alat HP,” katanya, Kamis (11/02/21).

Kemudian belajar dengan cara during, guru harus mendatangi rumah siswa untuk menyampaikan materi pelajaran dan banyak kendalanya beda dengan belajar tatap muka. Oleh karena itulah pihak sekolah dan orang tua termasuk siswa minta belajar tatap muka, keinginan itu tidak mungkin selama Virus Covid masih ada, itu di perbolehkan asal ada ijin dari pemda dan satgam covid 19.

“Proses pembelajaran dimasa Covid ini memang banyak kendala bagi sejumlah murid maupun ora tua, terutama dari alat komunikasi (HP) guru juga jenuh ingin belajar tatap muka. Padahal perlengkapan Protokol Kesehatan kita sudah lengkap, namun instruksi Mendikbud untuk tatap muka masih belum di perbolehkan, guna pencegahan penyebaran wabah Covid. Kadang suka ada juga orang tua kirim hasil tugas ke guru padahal sudah larut malam,” ungkap Wahid.

Kaitan perlengkapan belajar tatap muka tambah Wahid, sudah mempersiapkan jauh-jauh hari seperti alat cuci tangan, handsanziter, alat semprot, masker dan alat ukur suhu.

“Karena belajar tatap muka belum ada ijin dari Pemda dan dari Satgas Covid, dengan demikian kami pihak sekolah mengamankan alat sarana agar tidak karatan atau rusak,” ujarnya.

Untuk biaya pengadaan dan pembelian alat sarana itu, pihak sekolah menggunakan Dana Affirmasi Tahun 2020 digunakan sarana 3M dan juga ada pulsa daring dan luring serta pemeliharaan sarana sekolah.
Pungkas Wahid Guru Agama Islam mewakili Supandi Firmansyah Kepala Sekolah SDN Cibentang 01 (kondisi sakit/kurang sehat). (Zul H)

 356 total views,  1 views today