BanGub Untuk Rutilahu di Desa Pabangbon Kec. Leuwiliang Ditinjau Disperkim Jawa Barat

Kab. Bogor, Lensa Expose.com

Pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) tahun 2020 menganggarkan dana sebesar Rp.262,5 miliar untuk bantuan perbaikan 15 ribu unit rumah tidak layak huni (Rutilahu), adapun besaran bantuan untuk perbaikan Rutilahu tersebut rata – rata Rp.17,5 juta (Material + BOP).

Belum lama ini desa Pabangbon kecamatan Leuwiliang yang telah mendapatkan sebanyak 30 unit rumah tidak layak huni telah ditinjau oleh team dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Barat. Dalam peninjauan ke lapangan team dari Dinas Perkim didampingi kades Pabangbon Endang Rohaedi beserta jajarannya, Babinsa ,serta Taufik, fasilitator desa.

Selanjutnya kades Endang menjelaskan dengan adanya tinjauan dari team Disperkim Jawa Barat yang langsung meninjau lokasi penerima manfaat ini sangat diapresiasi karena para team Disperkim dapat mengevaluasi apa sudah tepat atau belum, layak atau tidak si penerima manfaat menerima bantuan sosial Gubernur Jawa Barat dengan tinjauannya tersebut, tegas kades Pabangbon Endang.

Di tempat yang sama salah satu dari team monitoring Disperkim, Setiawan menerangkan bahwa kunjungan langsung ke desa yang menerima dana bantuan sosial Gubernur yaitu berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang ada di desa Pabangbon sebanyak 30 unit, untuk tahap 1 sebanyak 9 unit dan Alhamdulillah pengerjaan sudah mencapai 90 %.

“Kami team monitoring sangat puas melihat kesiapan warga yang menerima bantuan Gubernur begitu bersemangat membawa bantuan berupa material bangunan untuk dibawa ke lokasi yang medannya begitu menyulitkan dan kami pun memberikan bantuan berupa material bukan uang yang berjumlah Rp 17,5 juta (Material + BOP),” ungkap Setiawan dari team Monitoring Disperkim Jabar, dua hari yang lalu.

Setiawan  menghimbau kepada warga yang telah mendapatkan dana bantuan sosial Gubernur berupa perbaikan rumah tinggal untuk layak huni agar dirawat supaya tidak cepat cepat rapuh dan bagi yang belum dapat mendaftarkan atau menunggu giliran untuk mendapatkannya yang penting rumah yang akan dibangun tanah nya milik sendiri dan bantuan kami merupakan bantuan stimulan yaitu bantuan tidak sampai keseluruhan, misalnya rumah yang akan di bangun membutuhkan anggaran Rp 20 juta, setelah kami verifikasi hanya dapat bantuan Rp 16,5 juta selebihnya ditanggung sama si penerima manfaat, ungkap Setiawan kepada para awak media.

Setiawan berharap kedepan program bantuan sosial gubernur tetap berjalan karena masih banyak di Jawa Barat rumah yang tidak layak huni yang harus dibangun untuk menjadi rumah layak huni dengan penataan sanitasi air yang baik, sehingga tidak ada lagi buang air besar ke kali / ke kebon, tegas Setiawan selaku team monitoring Disperkim Jabar.

Sofyan atau yang biasa dipanggil Piong selaku LPM sangat senang sekali Rutilahu bantuan Gubernur Jabar ditinjau langsung oleh Disperkim biar mereka menilai apakah Dana bantuan rutilahu tersebut dilaksanakan dengan baik sesuai Juklak dan Juknis atau belum, karena Kami bekerja sesuai program dan petunjuk yang ada, pungkas Piong.

Penulis : H a b i b

 292 total views,  1 views today