Kepsek SMPN 1 Ciseeng. Berharap Awal Tahun 2021 KBM Seperti Semula

Kab.Bogor, Lensa Expose.com

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ciseeng H. Mulyana.M.Pd mengatakan dampak pandemi virus Covid 19 di dunia pendidikan sangat berpengaruh terutama dalam proses kegiatan belajar mengajar, dimana semua pihak harus saling bersinergi, mulai dari guru,orangtua siswa dan siswa itu sendiri agar proses belajar bisa berjalan dengan baik walaupun banyak kekurangan, jelasnya kepada media ini.

Adapun imbas dari belajar melalui daring (dalam jaringan internet) ataupun luring (luar jarigan) tidak menggunakan Handphone sangat berpengaruh sekali, terutama dalam penulisan kata kata di group Whatsapp yang dibuat khusus buat belajar dan juga memberikan mata pelajaran melalui daring tersebut.

“Apa yang kita sampaikan melalui daring dengan cara ditulis belum tentu murid itu faham apa yang kita maksudkan, apalagi kalau penulisannya disingkat,”jelas H.Mulyana.

Dikatakannya juga murid yang belajar melalui daring, tidak berpakaian rapih seperti mereka berada di sekolah, terkadang mereka berpakaian  tidak disiplin, rambut yang masih acak acakan, dan sedikit kurang beretika ber chat di group.

Belajar daring itu banyak masalah yang timbul, memang pemerintah menggratiskan paket tapi tidak semua penggunaan paket itu terkaper untuk siswa, tetap menjadi beban orang tua siswa, yang tadinya orangtua siswa tidak banyak mengeluarkan biaya, dengan adanya belajar daring, harus membeli paket tambahan dan orang tua juga harus mengawasi terus proses belajar anak.

“Kalau siswa tidak punya handphone, tentu orangtua yang menyediakan dengan membeli hp baru atau second dan jika orang tua tidak bisa membeli, terkadang Handphone orangtuanya yang dipakai selama belajar daring,” terangnya.

Lanjutnya, bagi siswa yang tidak punya perangkat itu ada problem karena siswa itu tidak mendapatkan informasi tentang informasi dari sekolah, dan guru harus proaktif menghubungi orangtua dan terkadang harus mendatangi rumah orangtua siswa untuk memberikan materi pelajaran yang harus dikerjakan.

“Dengan jumlah murid 969 orang, siswa yang punya HP 70 persen dan 30 persen belajar kelompok. Kondisi seperti ini tidak mungkin guru bisa memantau 100 persen. sesungguhnya pihak guru maupun orang tua berkeinginan besar agar murid dan anak bisa mendapatkan bimbingan dan belajar sempurna tapi terkendala bagi guru maupun orang tua ada rasa takut dan kekhawatiran tertular virus covid 19,” tambahnya.

Mudah mudahan dalam.waktu dekat ini sudah bisa diatasi dan kembali belajar seperti biasa dan kaitan dengan persiapan kegiatan belajar di SMPN 1 Ciseeng sudah jauh jauh hari mempersiapkan sarana Protokol Kesehatan dan sekarang masih menunggu informasi dari dinas pendidikan dan satgas covid 19, kapan proses belajar mengajar secara tatap muka bisa dilaksanakan,”imbuh H. Mulyana M.Pd.

Penulis : Zulfikar Htg

 672 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *