Jadikan Perkerjaan Kita Sebagai Polri, Juga Sebagai Ladang Ibadah

Belitung Timur, Lensa Expose.com

Polres Belitung Timur, Hubungan Masyarakat – Manggar, Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, S.I.K, M.H memimpin peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1442 H/2020 M yang dilaksanakan di Masjid Sirotol Mustaqim Polres Belitung Timur, peringatan Maulid Nabi ini diikuti oleh Seluruh PJU serta Personil Polres Belitung Timur dan Polsek jajaran Polres Belitung Timur, peringatan Maulid Nabi yang diadakan Polres Belitung Timur ini mengakat tema dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW kita kuatkan persaudaraan dan kepedulian guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif, peringatan Maulid Nabi diawali dengan pembacaan surat yasin diikuti oleh seluruh pesonil yang mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Polres Belitung Timur, dilakukan pembacaan ayat suci Al-Quran surat Ali Imran 144 -147 oleh Briptu Rizal Kurniawan.

Selanjutnya tausiyah dari Bapak H. Muhammad Surur yang menerangkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW yang harus kita ikuti, sebagaimana Pada masa Rasulullah SAW, serangkaian peristiwa penting berkenaan dengan Hajar Aswad juga pernah terjadi. Sekitar 16 Sebelum Hijrah (606 M), ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah, hampir saja terjadi pertumpahan darah antarempat kabilah dalam suku Quraisy. Pangkal persoalannya berasal dari perselisihan mengenai siapa yang paling berhak mengangkat dan meletakkan Hajar Aswad setelah pemugaran selesai. Dalam situasi genting tersebut, salah satu pemimpin kabilah Abu Umayyah bin Mughirah mengusulkan persoalan ini diserahkan kepada orang pertama yang masuk kompleks Masjidil Haram. Usulan itu diterima pemimpin kabilah yang sedang berselisih. Keesokan harinya, orang yang pertama kali masuk adalah Muhammad bin Abdullah (35 tahun) sebelum diangkat menjadi rasul. Muhammad yang saat itu sudah bergelar Al-Amin diberi kepercayaan untuk mengatasi masalah itu.

Muhammad bin Abdullah kemudian melangkah menuju tempat penyimpanan Hajar Aswad, membentangkan serbannya, dan meletakkan batu tersebut ditengah kain serban. Beliau kemudian menyuruh wakil dari masing-masing kabilah memegang ujung serban dan mengangkat Hajar Aswad hingga mendekati Ka’bah. Setelah itu, Muhammad kembali meletakkannya ke tempat semula di lubang pojok Ka’bah. Melalui cara itu, perselisihan antarkabilah suku Quraisy pun dapat diatasi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditutup dengan Do’a bersama agar Pemilukada di Wilayah Belitung Timur dapat berjalan aman dan Kondusif serta tugas yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Belitung Timur mendapatkan keberkahan dan menjadi ladang ibadah.

Penulis : Tomy

 1,657 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *