Kepala BNPB Kunjungi Garut Selatan Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

Garut, Lensa Expose.com

Kepala BNPB beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (kunker) meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di wilayah Garut Selatan, Kamis (15/10/2020).

Kunjungan Kepala BNPB beserta rombongan didampingi Bupati Garut,para pejabat Pemda Garut dan Dandim 0611 Garut untuk melihat langsung tempat-tempat wilayah terjadinya bencana banjir bandang longsor dan pergerakan tanah di wilayah Garut Selatan yakni Kecamatan Cisompet yang terdampak longsor dan Kecamatan Pameungpeuk yang banjir.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan,rasa optimisme ketika masyarakat menghadapi bencana, masyarakat semakin terbiasa dan terlatih.

“Ada hal cukup membuat optimis dalam menghadapi bencana adalah ketangguhan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Doni menyatakan, ketangguhan masyarakat terbukti pada tanggal 11 dan 12 Oktober dini hari dan masyarakat sudah siaga. Mereka saling berbagi informasi mulai dari hulu hingga hilir untuk mengantisipasi turunnya air bah, sehingga sewaktu air itu melanda sejumlah desa masyarakat sudah aman berada di tempat-tempat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Kita berharap apa yang terjadi di Garut ini juga bisa di ikuti oleh daerah – daerah lain untuk mengikuti informasi yang diberikan BMKG , mencermati sehingga masyarakat sudah siap ketika banjir akan melanda dan sudah berada di tempat aman,”ujarnya.

Doni menambahkan,BNPB menerima laporan atas bencana yang terjadi selatan wilayah Garut yakni 154 rumah rusak berat, 217 rusak sedang dan 628 rusak ringan , di tambah fasilitas lainnya,sekolah,rumah ibadah,jembatan dan jalan yang terputus.

“Masyarakat yang terdampak memang cukup banyak tetapi mereka hanya sementara saja di tempat pengungsian dan sudah kembali sehingga apa yang di kuatirkan dengan Penanganan Penularan Covid-19 tidak terjadi disini, “imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Garut,Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut menerima arahan mitigasi dari Kepala BNPB sekaligus bagaimana melakukan rekonstruksi pasca bencana, terlebih Garut merupakan daerah yang memiliki tingkat bencana lengkap,mulai dari tsunami, longsor,pergerakan tanah,gunung berapi dan banjir bandang.

Lanjut Rudy, pihaknya juga akan terus belajar dan memberi pemahaman kepada masyarakat sesuai dengan bimbingan dari BNPB terkait mitigasi bencana terjadi di 8 Kecamatan yang ada di selatan Garut,yang luasnya hampir 1500  Km persegi terdampak banjir bandang,longsor dan pergerakan tanah

“Alhamdulillah dari kejadian semua ini tidak ada korban jiwa satu orang pun , ini akibat dari kesigapan masyarakat yang telah terlatih ingin desa tangguh bencana,tentu ini akan kita kembangkan terus,”pungkasnya.

Penulis : Suwito/Dede Orenz

 91 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *