Sabtu, Mei 25, 2024
BogorEkonomi BisnisJawa BaratSosial & Budaya

Bahan Pokok di Pasar Leuwiliang Bogor Alami Kelonjakan Harga, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 100 Ribu Perkilo

LEUWILIANG,Lensaexpose.com – Menjelang akhir tahun 2023 yang tinggal menghitung beberapa pekan lagi, tak heran setiap jelang akhir tahun kebutuhan pokok sembako mulai mengalami kenaikan harga.

Seperti di pasar tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor Jawa-Barat, pengunjung dan pedagang pasar mengeluhkan kondisi harga bahan pokok saat yang ini mengalami kenaikan.

Seperti cabai, berbagai macam jenis cabai merangkak naik, bahkan ada yang tembus hingga ratusan ribu rupiah perkilo.

Pasalnya, informasi sebelumnya yang di himpun awak media ini, pada hari Kamis (7 Desember 2023) Cabai merah diangka harga 90.000/kg, Cabai keriting, 90.000/kg, Rawit Hijau 50.000/kg dan Rawit merah, 100.000/kg.

Kendati demikian, harga tersebut masih mengalami naik turun yang terhitung dari pertanggal 4-11 Desember 2023.

Seperti update data terbaru yang diterima hari ini, Senin 11 Desember 2023, Cabai merah diangka 80.000/kg, Cabai merah keriting 90.000/kg, Cabai Rawit hijau 35.000/kg dan Cabai Rawit merah diangka 90.000/kg.

“Sedangkan untuk harga lainnya seperti Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay, Bawang Putih Cutting dan Tomat tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Kalau harga Cabai memang sedang turun naik,” ujar Jack Staf Unit PD Pasar Leuwiliang kepada Wartawan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya. (11/12)

Kenaikan harga itu berdampak pada daya jual beli yang semakin menurun. Terlebih kondisi itu dampak pasca kejadian kebakaran yang menghanguskan ribuan kios pedagang di pasar Leuwiliang tersebut. Hal itupun diakui oleh Evin (35) salah satu pedagang sayuran di pasar tersebut.

“Kalau soal harga sih sebetulnya gak terlalu pengaruh, cuman ngaruhnya ke daya jual belinya jadi menurun. Ditambah setelah dampak dari kebakaran,” ungkap Evin salah satu pedagang sekaligus korban pasca kebakaran pasar Leuwiliang yang saat ini lapak dagangannya pindah sementara ke area parkir. Senin, (11/12/23).

Evin menyebut, kelonjakan harga itu terjadi pada awal bulan Desember atau menjelang akhir tahun 2023 yang mencapai sekitar 20 persen dari harga normal.

“Dari awal bulan Desember aja semua harga melonjak. Soalnya sekali naik tuh diatas 20 persen dari harga normalnya. Cuman kalau harga bahan pokok gini emang siklusnya ya begitu, turun naik. Dan saya berharap harga ini bisa normal kembali, supaya daya jual belinya juga jadi normal,” ungkapnya.

Selain itu, kenaikan harga bahan pokok seperti cabai dan lain-lain dikeluhkan dan dirasakan yang seperti mencekik. Pasalnya kenaikan harganya langsung melonjak drastis, sementara bahan-bahan yang saat ini naik sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ya mau bagaimana lagi walau naik tetap belanja karena saya sendiri untuk dijual lagi. Untuk sementara belanja dibatasi dulu karena harga nya yang gila-gilaan,” kata salah satu pembeli di pasar Leuwiliang Yunita kepada Wartawan.

Dengan kondisi harga yang meroket, dirinya sebagai rakyat kecil merasa tercekik. Dengan begitu dia berharap harga kebutuhan tersebut dapat normal kembali.

“Saya berharap kepada pemerintah agar bahan pokok seperti cabai ini agar harga nya bisa turun, kami sebagai rakyat kecil tentunya dengan harga saat ini yang dijual membuat kami harus berpikir ulang untuk belanja banyak sementara banyak kebutuhan yang harus di penuhi. Dulu 20rb saja dapat sekilo sekarang seperempat harga,” bebernya. (Rdy)

Loading