Selasa, Mei 28, 2024
CianjurJawa Barat

Akibat Mesin Error, Agen (BPNT) Ika Mustika Berikan Penjelasan

Cianjur, Lensaexpose.com

Program pemerintah yang disebut bantuan pemerintah non tunai (BPNT) yang diturunkan pada bulan Maret 2023 lalu sangat membantu bagi sebagian warga masyarakat karena bantuan tersebut langsung dalam bentuk tunai senilai 400 ribu rupiah, yang pencairannya melalui mesin yang ada di E-Warung, yang melakukan kerjasama dengan pemerintah dalam hal penyaluran bantuan.

Namun ada salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT dengan inisial N hendak mencairkan bantuan tersebut di salah satu E-Warung  di kampung Jatiwangi desa Sukakerta kecamatan Kadupandak kabupaten Cianjur pada tanggal 9 Maret 2023 merasa kecewa karena saldonya dinyatakan kosong.

“Gak ada saldonya (uangnya), kata pemilik E-Warung Eka Mustika kepada KPM yang hendak mencairkan dananya,”ujar KPM kepada media ini Kamis, 13 April 2023.

Karena penasaran KPM pun langsung mengecek ke pihak bank BRI dengan menggunakan print rekening koran, tidak memakai kartu, ternyata pas dicek pada saat itu, ada saldo dengan total sebesar 400. 000 rupiah, tapi dana itu semua sudah dicairkan, bahkan bukti penarikannya pun ada, sebab di situ tertera kode penarikan nya sesuai mesin dan tanggal penarikannya, ungkap KPM tersebut kepada media.

Dikatakan KPM tersebut, bahwa kartu miliknya ada di tangan agen, dan saya hanya pegang rekeningnya saja, dan hal ini bukan hanya dirinya seorang, tapi masih ada orang lain yang saldonya tidak ada ketika hendak dicairkan, alias saldonya kosong, pungkasnya.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat atas informasi yang diterima, wartawan Lensaexpose.com pun menemui pemilik E-Warung, ibu Ika Mustika sebagai Agen BPNT di kediaman nya di kampung Babakan Sirna, desa Sukakerta kecamatan Kadupandak kabupaten Cianjur.

Informasi yang didapat dari ibu Ika Mustika “mesin nya rusak akibat gempa dulu, pas saya masukan kartu, saldo nya tidak muncul, pas saya pindahkan ke mini statemen, ada bacaan opening atau Eror, dan saldo nya pun pada waktu itu tidak ada, makanya saya arahkan untuk mengecek ke bank BRI.

“jika saya niatan buruk tidak mungkin saya sampaikan kepada KPM agar mengecek ke Bank BRI, dan sampai sekarang pun penerima yang katanya saldonya kosong tidak datang lagi ke sini lagi menanyakan saldonya dan jika memang ada bukti sudah dicairkan, akan saya ganti,” ucap ibu Ika Mustika.

“Saya juga tahu di daerah Jatiwangi ada tiga yang kaya gitu, tolong hal seperti itu jangan di besar besar kan sebab saya sudah meluruskan hal tersebut ke pihak desa dan kecamatan bahkan ke pihak bank, pungkasnya.

Harapan masyarakat adanya ke transparanan publik dari pihak Pemerintah setempat untuk lebih peka menyikapi persoalan sebagai berikut, terutama kepada pihak penyaluran program pemerintah untuk turut serta memantau jika ada gangguan atau mengawal setiap jalan nya program, agar hak masyarakat terpenuhi dengan baik. (Rahmat Abdilah)

Loading