Sabtu, Juni 22, 2024
DaerahSosial & Budaya

Kajian Dakwah Ustad Sulaiman di Mushola Al Mukhlis Kecamatan Dolok Masihul

Sergai, Lensaexpose.com – Kelompok pengajian Dakwah Al- Ikhsanul Khoiriyah menggelar pengajian di Mushola Al Mukhlis di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai, dengan pembicara Ust. Sulaiman.

Pengajian dan dakwah kali ini terlaksana pada Sabtu lalu 03 Desember 2022 sekira pukul 20.00 WIB di Mushola Al Mukhlis.

Lebih lanjut adapun materi yang disampaikan dalam dakwah pengajian ini memahami tentang Pancasila dianggap sebagai hasil kompromi darul mitsaq meminjam istilah NU atau darul‘ahdi wasy syahadah meminjam istilah Muhammadiyah atau nasionalisme tauhid meminjam istilah Soekarno.

Kemudian kata ustad dalama pancasila di kenal pula 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Agama-agama berfungsi menjadi sumber nilai, sumber moral yang secara subtansi integral mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, negara bersama.

Pada dasarnya semua agama mengajarkan nllai-nilai kerukunan, menolak, terorisme, radikalisme dan ujaran intoleransi.

“Begitupun watak budaya bangsa Indonesia adalah ramah, suka bergotong royong,” jelasnya.

Akan tetapi Kenyataan yang kita saksikan sekarang, umat Islam masih tetap terpasung dalam kebodohan, kejumudan, keterbelakangan dan kemiskinan, bahkan konflik warisan masa silam yang menghanyutkan.

Indikator semua itu dapat kita saksikan, betapa tercerai-beraian, terpecah-belahan, perseteruan dan permusuhan antara komponen umat dalam setiap tingkatnya masih saja berlangsung secara mengkhawatirkan.

“Yang pada gilirannya menjadi kendala klasik yang tak kunjung rampung dientaskan,” ujarnya.

Terakhir dalam dakwahnya ustad menyebutkan tragisnya semua ini terjadi justru pada saat prahara dan malapetakan yang melanda rakya Indonesia kian memuncak.

Belum lagi tantangan masa depan yang semakin mengkhawatirkan, sehingga beban persoalan menjadi bertambah berat dan rumit.

Paham radikal dapat muncul saat ada klaim kebenaran secara mutlak. Menurut Pemateri, ada sekelompok orang yang selalu menyalahkan orang lain dan tidak pernah menyalahkan diri sendiri.

“Karena itu, dibutuhkan orang-orang arif yang tidak selalu merasa benar sehingga dapat melaksanakan dakwah dengan santun,” ucap ustad dalam penutupan dakwah. (*/miko)
Sumber : wahyu.

Loading