Perbaikan Jalan Amblas di Jl. Raya Cibungbulang Bogor Dianggap Lamban, Konsultan Sebut Pipa PDAM Jadi Hambatan Pekerja

Cibungbulang, Lensaexpose.com – Ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati Jl. Raya Cibungbulang Bogor Desa Cimanggu Dua, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Kepadatan kendaraan tersebut di dominasi oleh roda 2 (dua) yang ingin melakukan aktivitas rutin.

Pemberlakukan sistem buka tutup di jalur tersebut karena sedang dilakukannya perbaikan jalan yang amblas sehingga penumpukan kendaraan mengular hingga kiloan meter. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan.

Minimnya petugas lalu lintas (lalin) dari aparat setempat pada saat di pagi hari atau di jam aktivitas warga masyarakat, sehingga arus lalin di jalur tersebut menjadi semakin padat dan tak teratur karena hanya mengandalkan warga setempat dan ormas yang berjaga untuk mengatur lalin tersebut.

Meskipun sedang dilakukan pengerjaan perbaikan jalan tersebut, namun pengerjaan itu diangggap lamban. Pasalnya, Alat berat (excavator) yang sudah berada di lokasi, dan sejumlah hong (gorong-gorong beton- red) yang sudah menumpuk sejak beberapa hari hingga saat ini belum juga terpasang satu pun.

 

Lokasi proses pengerjaan jalan yang amblas di Jl. Raya Cibungbulang Bogor, Desa Cimanggu Dua, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin (3 Oktober 2022).

Diberitakan sebelumnya oleh beberapa media pada saat jalan itu amblas dan berlubang, bahwa DPRD Kabupaten Bogor meminta jalan tersebut agar segera diperbaiki supaya arus lalu lintas tidak terganggu terlalu lama.

“Kejadian begini mestinya jangan dibiarkan lama. Dinas terkait harus segera menanganinya. Karena ini akan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan bisa menimbulkan kerusakan lebih parah,” kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fatoni kepada wartawan, pada Sabtu (1/10/2022).

Sementara Baehaki, Konsultan Pengawas di proyek tersebut pada saat proses pengerjaan akan memasang gorong-gorong pihaknya mengaku kesulitan karena ada pipa saluran air milik PDAM yang membentang di lokasi pengerjaan tersebut.

“Proses pengerjaannya sudah empat hari, dan gorong-gorong yang sudah ada juga belum terpasang satu pun, kami kesulitan di lokasi pengerjaan karena ada pipa PAM milik PDAM yang membentang,” kata Baehaki kepada wartwan saat mengecek lokasi pengerjaan jalan tersebut, Senin, (3 Oktober 2022).

Baehaki mengatakan dirinya saat itu baru menerima laporan bahwa di lokasi pengerjaan tersebut terdapat kendala.

“Saya baru dapet laporan katanya ada kendala, dan hari ini saya baru ngecek. Apakah pipa ini harus di bikin leter L apa bagai mana? Paling nanti ada inisiatif kita pasang gorong-gorong setengah dulu, lalu selebihnya kita cor,” ucapnya.

Ia juga menargetkan proses pengerjaan jalan tersebut agar segera selesai.

“Targetnya sih sebenernya pengen cepet gak mau lama. Lama-lama juga ngapain di sini, mangkanya pengen cepet,” kata Baehaki. (Rdy)

 41 total views,  2 views today