Kades Sukajadi Kec. Tamansari Minta Penyaluran Bansos BPNT Diatur Ulang

Kab. Bogor, Lensa Expose.com

Kades Sukajadi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor meminta agar penyaluran Bansos BPNT tidak dilakukan di desa karena akan menimbulkan kerumunan warga, mengingat sekarang ini virus covid 19 atau juga Omicron masih cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan ada warga yang terkena.

“Kalau penyalurannya seperti ini dan hari itu juga harus selesai penyaluran bansos BPNT, saya keberatan dan minta jangan dilaksanakan di desa,” ujar Ade, selaku kepala desa Sukajadi kepada media ini, Jum’at (04/02/2022).

Ade menyarankan sebaiknya penyaluran Bansos BPNT ini diatur waktunya, tidak sekaligus penyalurannya, bisa dilakukan secara bertahap atau semisal satu hari itu hanya 300 orang dan dijadwalkan dengan waktu yang tidak bersamaan untuk menghindari kerumunan massa.

“Atur waktunya jangan sekaligus pada hari itu juga harus selesai, itu yang membuat kerumunan massa,”tegasnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan bahwa sekarang ini para KPM BPNT diperbolehkan belanja dimana saja mereka mau, dan juga dipersilahkan berbelanja di E-warung, tidak ada larangan dan bahkan tidak boleh siapapun mengintimidasi atau mengarahkan harus belanja ke salah satu agen E-Warung.

“Kalau ada yang mengatakan ada pihak desa yang mengarahkan atau mengintimidasi para KPM BPNT untuk membelanjakan uangnya di salah satu agen E-warung, dan jika tidak mengikuti arahan tersebut maka KPM BPNT tersebut akan dicoret namanya dari penerima manfaat, “itu tidak benar dan itu fitnah,”terang Ade.

“Silahkan belanjakan uang yang diterima di warung warung yang ada di wilayah desa, jangan belanja ke wilayah lain, agar perputaran ekonomi di desa bisa bangkit, itu yang saya harapkan.

Ade juga berharap kedepannya ada aturan atau payung hukum yang jelas apabila di desa membuat pasar UMKM, dimana para KPM BPNT yang mendapatkan bantuan dari pemerintah harus berbelanja di pasar yang sudah disediakan dengan harga sama dengan harga di pasar dan dengan kualitas yang bagus.

“Kita siapkan semua kebutuhan masyarakat tadi sesuai dengan apa yang ditentukan, misal pasar UMKM menyediakan daging sapi, ayam, ikan, buah buahan dengan berbagai jenis dan tidak boleh dipaksakan dengan menyediakan paket yang sudah diatur,” paparnya.

Dikatakannya selama ini para KPM BPNT itu membelanjakan uangnya melalui agen E-Warung dimana mereka tidak bisa memilih barang yang mau dibeli karena sudah dipaket in, dan harganya sudah ditentukan sehingga harga di pasar dengan harga di agen E-warung bisa berbeda jauh, terangnya. (Irfan Lubis)

 

 189 total views,  1 views today