Kepsek SDN Mampir Kec Cileungsi Berharap KBM Tatap Muka Segera Dibuka

BOGOR, Detak Media.com

Bukan rahasia umum lagi, dan sering kita dengar bahwa Kegiatan Belajar Mengajar Pembelajaran Jarak Jauh KBM- PJJ, daring atau online menuai banyak protes dan keluhan dari para orang tua siswa karena beban orang tua untuk mendidik anak menjadi bertambah kompleks.

Hal ini dikarenakan juga akibat terbatasnya daya dukung PJJ tersebut diantaranya keterbatasan alat komunikasi siswa dan perangkatnya, kuota pulsa dan signal turut menambah runyamnya persoalan terkait pembelajaran termaktub, tetapi apa boleh buat, semua harus patuh pada kebijakan Pemerintah terkait PSBB atau PPKM yang sampai saat ini diperpanjang sampai tanggal 30 Agustus 2021.

Keadaan ini menjadi perhatian serius dan terungkap dari Kepala SDN Mampir Kecamatan Cileungsi, Udin, SPd, saat bincang dengan awak media di kantor nya Senin 23/8/2021.
“Sebenarnya Guru-guru juga terbeban Bang. dengan situasi kondisi dampak pandemi ini, tapi kita juga harus ikut aturan, pembelajaran dengan cara daring itu” tutur Kepsek Udin mengawali pembicaraan.

Udin menambahkan pihaknya telah mendapatkan keluhan dari orang tua siswa terkait beban orang tua yang harus mendampingi anak-anak belajar lebih intens dari biasanya. “Tetapi jika ada siswa yang terkendala dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas terkendala misal alat komunikasi, kuota pulsa dan signal , mereka bisa datang ke sekolah, kita pasti mengakomodir” ungkap Udin seraya menunjuk pada salah satu ruang kelas, saat itu guru siap melayani orang tua siswa yang datang.

“Saya berharap pandemi Covid-19 ini landai, biar pembelajaran tatap muka/PTM kita bisa mulai, walaupun bertahap. Animo orang tua untuk mengizinkan anaknya PTM sangat antusias, dilihat dari data list izin PTM yang disodorkan kepada orang tua siswa, saat pembagian raport yang lalu” papar Udin.

Satgas Covid-19 Kecamatan Cileungsi beserta dari Dinkes, PGRI, K3S, Koryandik, untuk kali ke2 pasca merebaknya Covid-19 varian baru untuk melakukan Verva/verifikasi dan Validasi memastikan kesiapan sekolah SDN Mampir menghadapi rencana PTM. “Ada beberapa hal yang perlu kami tambahi/ lengkapi misal tempat cuci tangan, desinfektan, pengukur suhu, dan face shield , tetapi secara umum telah memenuhi” terang Udin.

“Mudah-mudahan keadaan saat ini terus bertambah baik, penyebaran Covid-19 bisa diatasi termasuk dengan kedisplinan kita semuanya mematuhi Prokes, sehingga Pemkab Bogor segera mengizinkan PTM” pungkas Udin, SPd dengan optimis. (Gultom)

 

Editor: Admin

 155 total views,  1 views today