Rabu, April 2, 2025
BogorJawa Barat

Mahasiswa UIKA Bogor Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir Bandang Sukabumi

BOGOR, Lensaexpose.com – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi pada 4 Desember 2024 menjadi duka mendalam bagi warga setempat. Berbagai elemen masyarakat pun bergerak untuk membantu, termasuk mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Mahasiswa UIKA, yang tergabung dalam berbagai organisasi kampus, turut terjun langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan berupa logistik serta mendampingi korban, terutama anak-anak, melalui kegiatan trauma healing.

“Kami langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan logistik dan memberikan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak bencana,” ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UIKA, Dian Wahyu S., saat diwawancarai pada Sabtu (20/12/2024).

Selain mengirimkan tim ke lokasi, mahasiswa UIKA juga menggelar penggalangan dana di lingkungan kampus. Aksi ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) UIKA, seperti UKM MAPA ATMAWANA, KSR, PAWON, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas.

“Dana yang terkumpul kami salurkan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” jelas Dian Wahyu.

Penyaluran bantuan logistik dilakukan pada Jumat, 19 Desember 2024, dengan menyasar lokasi dan korban berdasarkan data tim assessment yang dikumpulkan oleh MAPA ATMAWANA UIKA.

Kegiatan sosial ini mendapat dukungan penuh dari mahasiswa dan apresiasi dari Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA, Dr. Hambari, MA., Ph.D. Ia menyebut aksi solidaritas ini sebagai wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap sesama.

Dian Wahyu menambahkan bahwa kondisi di lokasi pengungsian, khususnya di Desa Bantarsari, kini telah kondusif. Masyarakat mulai menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kebutuhan logistik telah tercukupi. Selain itu, layanan kesehatan telah tersedia melalui klinik di desa tersebut.

“Kondisi masyarakat Desa Bantarsari per 19 Desember 2024 sudah membaik, dan tidak ada korban jiwa akibat bencana ini,” tutup Dian Wahyu, mengutip laporan dari tim assessment.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan mahasiswa UIKA Bogor ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. (Rdy)

Loading