Selasa, Mei 21, 2024
BogorEkonomi BisnisJawa BaratPemerintahan

Wujudkan Kawasan Pedesaan Bebas dari Sampah, Pemdes Kalongliud Kembali Prioritaskan Kampung Ramah Lingkungan

NANGGUNG,Lensaexpose.com – Wujudkan kawasan pedesaan bebas dari sampah, Pemerintah Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung kembali prioritaskan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di tahun 2024 ini. Program yang dibentuk untuk menciptakan perilaku masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman mengatakan, di tahun 2024 ini Pemerintah Desa Kalongliud memprioritaskan lagi program desa untuk mengembangkan Kampung Ramah Lingkungan, hal itu bertujuan salah satunya mewujudkan kawasan wilayah pedesaan bebas dari sampah.

“Kami juga senantiasa memberikan hidup sehat kepada warga melalui program-program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, beserta pendamping lingkungan hidup di Kabupaten Bogor,” kata Jani Nurjaman kepada wartawan pada Sabtu 11 Mei 2024.

Menurutnya, dibentuknya beberapa wilayah menjadi KRL mengingat pentingnya memberikan edukasi dan pemahaman terhadap warga agar membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diantaranya melalui program KRL yang ada di desa tersebut.

“Dengan diadakannya program ramah lingkungan ini, antusias dan respon dari warga disambut sangat baik. Apalagi di kampung ramah lingkungan ini ada beberapa program yang kami tawarkan kepada warga masyarakat.

Diantaranya, bank sampah, dengan sampah tersebut ini yang tadinya sampah tidak ada nilai ekonominya menjadi ada nilai ekonominya. Terus yang kedua kami tawarkan untuk pengembangan kampung pertanian kepada warga masyarakat melalui program ketahanan pangan dan hewani yang ada di desa,” katanya.

Sementara itu, Pendamping Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Neneng Julaeha mengatakan bahwa pihaknya menginisiasi pendampingan dan juga pembinaan terhadap masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah rumah tangga agar tidak dibuang sembarangan.

Sampah organik maupun sampah non organik jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi warga itu sendiri.

“Sampah non organik itu bisa di daur ulang, ada yang bisa dibuat kerajinan. Sementara, kalau sampah Organik bisa dibuat pupuk, pakan dan di intens dengan magot (pembuatan magot),” katanya.

Dirinya berharap, pengembangan terhadap Kampung Ramah Lingkungan harus konsisten, untuk itu pihaknya akan terus akan terus melakukan pendampingan program tahunan tersebut.

“Iya memang kita harus mengadakan sosialisasi dulu, sosialisasi dan edukasi. Tanpa itu memang masyarakat tidak tahu, dan itu sendiri memang harus di pasilitasi oleh pemerintah desa,” katanya. (Rdy)

Loading