Jumat, April 19, 2024
BogorJawa BaratKesehatanPemerintahan

Soal Pasien yang Merasa Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit Asysyffaa Leuwiliang, Humas: Kita Telusuri Dulu

Leuwiliang,Lensaexpose.com – Pasien di Rumah Sakit (RS) Asysyffaa Leuwiliang Bogor merasa ditelantarkan dan diduga tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik dan maksimal oleh pihak petugas rumah sakit tersebut.

Kejadian ini di alami oleh keluarga asal Kecamatan Nanggung, Bogor Jawa-Barat pada, Senin (4/12/2023) kemarin.

Keluarga pasien H.Deden menceritakan, bahwa Istrinya datang dengan tujuan untuk berobat orang tua nya yang sakit, sekitar pukul 12.00 Wib. Dia akui, sudah mengetahui dokter ahli saraf yang ditujunya akan buka pada pukul 13.00 wib.

Seperti pasien pada umumnya, istrinya yang membawa orang tua nya yang tengah sakit itu mengambil nomor antrian sesuai dengan arahan penjaga RS Asysyiffa tersebut.

Setelah sekian jam dengan sabar menunggu antrian yang begitu panjang, naas setelah giliran antriannya yang di panggil, harus pulang dengan kesedihan tanpa ada penanganan medis.

“Sejak saya datang kesini saya sudah tanya ke penjaga yang ada di depan pintu masuk RS, saya bilang mau berobat ke dokter saraf. Kata salah satu penjaga, ga tau apa masih ada kuotanya apa sudah habis, tolong ibu ke kasir satu mungkin masih ada. Saya datang ke kasir satu sesuai arahan penjaga di depan, saya ulangi lagi tujuan saya ke RS bahwa mau ke ahli saraf dan saya menunjukan berkas yang saya bawa, rujukan dari puskesmas,” katanya.

Jadi kata dia, setelah pasien denger pengumuman dari satpam, bahwa yang ke saraf sudah di tutup dengan alasan kuota nya udah habis.

“Saya pun nangis mohon ke satpam supaya bapak saya bisa di periksa. Saya lari ke keruangan praktek dokter saraf, arahan dari satpam. Tapi sayang reaksi asisten dokter saraf, sangat tidak sesuai dengan sumpah nya,” ujarnya.

“Disini saya bertanya salah siapa? Yang di sayangkan, kasir satu tidak periksa dengan teliti. Yang kedua, satpam nya kenapa kalau kuota di batas gak di kasih tau dari awal. Yang ketiga asisten dokter sikap nya tidak sesuai sumpah nya,” tambahnya.

Dia menegaskan, sangat kecewa dengan mekasinme yang di terapkan oleh RS swasta tersebut.

“Saya kasian yang ambil antrian nomor besar seperti saya, sudah nunggu panggilan sekian lama, pas waktu nya gak bisa berobat dengan alasan kuota habis. Poko nya saya kecewa dengan mekanismenya,” katanya.

Sementara bagian Humas RS Asysyffaa Suryakerta menjelaskan, dihari saat itu pihak rumah sakit melayani banyak pasien. Dalam hal ini dirinya tidak mengetahui apakah pasien BPJS atau bukan. Kendati pihaknya tidak mendeskriminasi pasien. Pihaknya juga akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Hari kemarin itu pasiennya sangat banyak, dan tentunya kita tidak tau si pasien ini. Mangkanya kita harus telusuri dan dilihat terlebih dahulu, apakah si pasien ini pasien BPJS atau umum. Seharusnya memang kalau sudah menerima nomor antrian pasien mendapatkan pelayanan, dan yang pasti kita juga tidak mendeskriminasi pasien disini,” ucap Suryakerta saat ditemui Wartawan diruang kerjanya, Selasa (5/12/23).

Surya menyampaikan terlebih saat ini pihak BPJS Kesehatan telah mengeluarkan aturan baru terkait pelayanan kesehatan. “Jadi minimal 1 jam sebelum pelayanan baru boleh daftar. Ini sebetulnya yang menjadi masalah dalam pelayanan disini,” katanya.

Ia juga mencontohkan seperti pasien datang lebih awal (pagi), sementara pihaknya tidak bisa membuka pendaftaran. “Misalnya dia dateng jam 09.00 pagi, sedangkan dokternya praktek jam 13.00/ 14.00 Wib siang. Kita gak bisa ngasih nomer antrian. Yang pasti kita mohon maaf dan tidak akan memberikan nomer antrian. Karena aturannya memang 1 jam seblum pelayanan baru kita kasih nomer antrian. Dan itu aturan dari BPJS bukan dari pihak Rumah Sakit,” terang Suryakerta.

Selain itu pihaknya juga tidak membeda-bedakan dalam masalah nomer antrian pasien BPJS dengan pasien umum. “Jadi kita globalkan semua, tidak dibeda-bedakan baik pasien BPJS maupun umum, jadi semaunya sama akan dipanggil. Dan ini menjadi pelajaran bagi kami, kami juga selalu berusaha dan berupaya dalam memberikan pelayanan jasa kesehatan terbaik pada masyarakat,” pungkasnya. (Rdy)

Loading