Rabu, Mei 29, 2024
BogorJawa Barat

Desa Rawakalong Penghasil Maggot 1 Kwintal Perhari Digelar Saat Pameran Monev TP PKK

Kab. Bogor, Lensa Expose.com

Kedatangan tim monitoring dan evaluasi TP PKK Kabupaten Bogor di desa Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur kabupaten Bogor untuk melihat proses pembuatan Magot sekaligus melihat tanaman buah dalam Pot dan juga ternak Jangkrik yang dipamerkan di RT 01/RW 01 di Aula desa Rawa Kalong, Selasa, (18/07/2023).

Rombongan disambut Pipit Wardi ketua TP PKK desa Rawakalong, ketua TP PKK kecamatan Gunungsindur berserta jajarannya, Camat Gunungsindur Dace Hatomi, Sekcam berserta stafnya dan juga beberapa kepala desa antara lain,  kades Cibadung, Bardi. SE. kades Gunungsindur, Didin, kades Pengasinan Nurholis, serta tamu undangan lainnya.

Di dalam kegiatan monev TP PKK Kabupaten Bogor diadakan beberapa kegiatan pameran salah satu yang menarik bagi pengunjung yakni stand Magot yang berasal dari telur lalat menjadi ulat yang mengkonsumsi limba yang dipamerkan di RT 01 / RW 01 desa Rawakalong yang dipimpin oleh Sumisno dan didampingi ketua RW 01 Andi Bowo.

Menurut Sumisno (Pembudidaya Magot) menjelaskan bahwa Maggot atau Belatung merupakan larva yang dihasilkan dari lalat Black Soldier Fly (nama latinnya Hermetia Illucens, Stratimydae, Diptera) atau BSF. Siklus hidup Black Soldier Fly (BSF) terdiri dari larva, larva dewasa, prepupa, pupa dan menjadi lalat dewasa yang berlangsung selama 41 hari.

“yang perlu disiapkan untuk budidaya Maggot BSF, pertama lalat BSF (bibit magot) kemudian kedua kandang Maggot serta yang ketiga potongan kardus yang keempat bejana atau wadah seterusnya yang kelima bahan konsumsi Magot yaitu berupa limba / sampah organik,” terang Sumisno kepada wartawan online.

Lebih lanjut lagi dia mengatakan bahwa masa kawin lalat BSF dewasa akan mencari pasangan dan kawin dalam 2 hari, Proses kawin antara jantan dan betina dimana setelah kawin lalat jantan akan mati,  sedangkan lalat betina bertelur kemudian mati. “Biasanya telur lalat diletakan pada celah celah atau pada permukaan atas sumber makanan. “papar Sumisno yang telah lima bulan berkecimpung budidaya maggot dan sekaligus sudah satu tahun pengerajin budidaya jangkrik di desa Rawakalong.

Ditempat terpisah Irwan kepala dusun 3 Pondok Miri saat disinggung tentang pameran Maggot saat monev TP PKK kabupaten Bogor itu mengatakan lagi menggalakkan TABOLAPOT atau tanaman buah dalam pot dimulai dari pembibitan hingga berhasil berbuah menurut Irwan sudah dibudidayakan jenis Anggur dari pembibitan saja bisa terjual 250 ribu sampai jutaan tergantung dari jenis anggurnya.

“dan untuk pupuk terbagi beberapa peruntukannya ada pupuk batang, pupuk daun, ada pupuk buah pemberian pupukpun berkesinambungan sampai berbuah, ” papar Irwan didampingi rekan rekan Kadus,  BPD, RT/RW kepada media.

Dikesempatan lainnya Wardi Toing Kepala desa Rawakalong mengatakan bahwa Desa Rawakalong kaya akan kegiatan baik bidang pertanian kembang anggrek yang sudah lama digeluti pembudidayaan jangkrik dan sekarang magot di lingkungan Andi Bowo RW01 desa Rawakalong dan dipamerkan dalam kegiatan monev TP. PKK kabupaten Bogor.

“Desa Rawa Kalong memiliki ciri khas tersendiri ada tanaman buah dalam pot kembang anggrek,  mangga,  jambu dalam pot bahkan di desa Rawakalong sekarang ada rumah Sehat, ” ujar Wardi kepada wartawan saat mengunjung pameran magot bersama sekcam Gunungsindur dan para pengunjung lainnya. (Ry/Zul)

Loading