Puluhan Wartawan Meminta Keadilan Atas Jurnalis Yang Teraniaya

Belitung, Lensaexpose.com

Stop intimidasi, stop kekerasan terhadap wartawan menjadi kalimat yang acapkali bergaung dalam aksi damai solidaritas puluhan wartawan dari berbagai media di Bundaran Satam Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (5/3/2022).

Tak hanya itu saja, spanduk bertemakan kebebasan pers seperti “Stop Kekerasan Terhadap Wartawan”, “Wartawan Pencari Berita, Bukan Pencari Masalah”, “Wartawan Bukan Musuh”, serta “Tugas Wartawan Berat, Kalian Tak kan Sanggup Biar Kami Saja” juga menjadi seruan sunyi di tengah orasi solidaritas yang komandoi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pokja Wartawan Belitung.

Adapun bentuk intimidasi terhadap profesi wartawan yang baru-baru ini terjadi merupakan dasar digelarnya aksi damai solidaritas oleh seluruh wartawan kabupaten Belitung dan Belitung Timur (Beltim) tersebut.

Sebagaimana diketahui, atas pemberitaan terkait penindakan aktivitas tambang ilegal oleh Tim Gabungan Gakkum KLHK, Mabes Polri, dan Puspom TNI di Belitung Timur, Arya, wartawan belitungbetuah.com mengalami intimidasi oleh sekelompok oknum.

Tak terima rekan seprofesinya di intimidasi, puluhan wartawan mengecam tindakan tersebut dengan menggelar aksi solidaritas serta membentangkan sejumlah spanduk bertema kebebasan pers.

Pada aksi ini, para wartawan meminta agar bentuk perbuatan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan tidak terjadi lagi dan mereka meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini secara transparan.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Belitung Tedja Permana mengatakan aksi solidaritas wartawan ini merupakan bentuk memperjuangkan profesi sesama wartawan.

“Ketika kita dianiaya serta adanya intimidasi terhadap jurnalis, kita sakit hati. Profesi kita di injak-injak, dihina,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan wartawan dalam aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap aparat hukum agar bisa mengusut tuntas intimidasi wartawan yang terjadi di Belitung Timur.

“Kita menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian di Belitung Timur,” kata Tedja. (Len/ Tim)

 532 total views,  1 views today