Kamis, Mei 30, 2024
Bogor KotaKesehatanPemerintahan

Cegah DBD, Dinkes Kota Bogor Buat Program Inovatif Bernama Si Antik

KOTA BOGOR,Lensaexpose.com – Di tengah meningkatnya kasus DBD di Kota Bogor, saat ini Dinkes Kota Bogor tengah melakukan sebuah program inovasi yang dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Kota Bogor.

Program Inovatif ini diberi nama Sistem Informasi Jumantik disingkat Si Antik. Salah satu Puskesmas yang sudah mulai melakukan giat program Si Antik ini adalah Puskesmas Belong Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah.

“Program inovasi Si Antik ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan hasil pemantauan jentik dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dengan tujuan utama untuk memerangi penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk,” ujar
Listya Noor Fitria Dali AMKL, Sabtu (16/3/2024).

Ia menjelaskan, SI-Antik digagas oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan di UPTD Puskesmas Belong ini bertujuan untuk mempermudah para jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk melaporkan hasil pemantauan di lapangan.

Dengan adanya SI-Antik, lanjut Listya, warga Babakan Pasar kini dapat secara mandiri melaporkan temuan sarang nyamuk atau area yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk melalui sistem yang mudah diakses.

“Alhamdulillah Inovasi SI-Antik telah membuka pintu bagi partisipasi aktif warga dalam memerangi penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk. Melalui sistem ini, kami dapat secara lebih cepat dan efisien mengidentifikasi area – area yang memerlukan adanya tindakan pencegahan,” ungkap Listya.

Ia menambahkan, pemberantasan nyamuk bukan lagi menjadi tugas eksklusif tenaga kesehatan, tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama bagi seluruh masyarakat.

“Dengan SI-Antik ini warga Kelurahan Babakan Pasar diajak untuk menjadi bagian dari solusi menjaga kesehatan lingkungan dan sekaligus mencegah penyebaran penyakit DBD,” imbuhnya.

Listya menjelaskan, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik tidak hanya bicara tentang pemberantasan nyamuk semata, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi lingkungan.

Sementara itu Kepala UPTD Puskesmas Belong, dr. Mardianto mengatakan, pihak nya menyambut baik upaya yang telah dilakukan melalui SI-Antik ini dengan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi ini karena memberikan dampak positif yang besar dalam upaya pemberantasan nyamuk dan peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kapus Mardianto ini juga mengungkapkan bahwa dengan semangat inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, maka pelaksanaan inovasi SI-Antik akan lebih maksimal.

“ini membuktikan bahwa langkah kecil seperti ini dapat membawa perubahan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (RDY/FRI)

Loading