Tinjau Vaksinasi, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani: Soal BTM Kita Harus Nunggu Kajian Ulang

Tanggamus, Lensa Expose.com

Belajar Tatap Muka (BTM) bagi para siswa/siswi Tanggamus saat ini masih harus menunggu kajian ulang, pasalnya Kabupaten yang sekarang di pimpin Dewi Handajani itu baru saja terlepas dari zona merah kasus covid-19 yang menggila. Senin (23/08/21)

Sepertinya harapan para wali murid di Kabupaten Tanggamus, agar anak-anak mereka sudah bisa Belajar Tatap Muka (BTM) masih belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Hal ini diketahui dari pernyataan Bupati Kabupaten Tanggamus Dewi Handajani disela kegiatan nya saat meninjau vaksinasi di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Talangpadang pada Jumat 20/08/21 lalu.

Dari keterangan beliau, hal yang diutamakan saat ini adalah tentang keselamatan masyarakat.

“Kami masih mengkaji, karena bagi saya keselamatan tetap dikedepan kan, jangan sampai ini dilaksanakan belajar bertatap muka malah menimbulkan klaster baru.” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu Tanggamus sempat berada pada titik zona merah, dan belum ada sepekan berada kembali ke titik zona orange (level tiga). Oleh sebab itu, pemerintah setempat tidak mau gegabah ambil sikap walau telah dinyatakan ada di level tiga. “Ia” membenarkan, telah ada aturan dari Kemendikbud untuk wilayah yang di level tiga sudah diperbolehkan melaksanakan belajar secara tatap muka. Namun tidak untuk di Kabupaten Tanggamus, yang mana Bupati masih trauma akibat tingginya penambahan kasus corona virus desaese nine tine (covid-19) diwilayah nya beberapa waktu yang lalu.

“Kita tidak mau,! ini dilonggarkan tetapi mendatang klaster baru, untuk beberapa waktu lalu kita dizona tidak aman (merah) baru beberapa waktu lalu kita dizona aman.” Tegas Dewi Handajani.

“Kasus sudah menurun angka kematian sudah nol, jangan sampai kondisi ini membuat lega sehingga kita lalai dan abai. Jangan sampai penyebaran covid-19 di kabupaten tanggamus tidak terkendali lagi, saya berharap semua pihak untuk bersabar karena bagaimana pun juga keselamatan masyarakat yang diutamakan.”

Imbuh nya, agar masyarakat untuk bisa bersabar lagi, bila hal itu dipaksakan “ia” khawatir kasus covid-19 di wilayah nya akan kembali meningkat tajam. Dan alasan penundaan ini demi untuk menjaga keselamatan warga Tanggamus semata. Berapa lama penundaan ini akan di berlakukan Bupati sendiri belum menjelaskan akan berapa lama waktu tersebut akan berlangsung.

Dari laporan juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Tanggamus dr Eka Priyanto pada Minggu 22 Agustus 2021, tercatat telah mencapai 2359 kasus selama masa pandemi covid-19 tahun 2020 sampai 2021. (Masri Sp)

 

Editor: Admin

 498 total views,  1 views today