Kades Bojong Canangkan Kampung Situ Leutik Sebagai KRL

Lensa Expose.com

KEMANG – Kampung Situ Leutik Desa Bojong Kecamatan Kemang akan dicanangkan sebagai kampung ramah lingkungan (KRL) yang akan diperlombakan dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala desa bojong Dr. Asep Safudin saat memberikan sambutan pada sebuah acara Bulan Bhakti Gotong Royong tahun 2021 yang difokuskan di kampung Situ leutik, tepatnya di Rt.01/Rw.12 Desa Bojong, Kecamatan Kemang Kab. Bogor, Kamis (10/06/2021).

“Jadi sekarang bojong ada dua tempat, pertama kampung Bobojong dan yang kedua kampung Situ ini yang sebentar lagi akan diperlombakan,” ujar Kades Bojong

Kepala desa bojong menyebutkan, bahwa kegiatan gotong – royong yang ada di kp. Situ Leutik Rt 01/12 itu tidak hanya ada momentum atau ada program BBGR saja, kekompakan dan keguyuban warga kp. Situ tersebut sangat antusias terutama dalam hal pembangunan.

“Sebetulnya pada tahun 2020 sudah di agendakan akan dilakukan betonisasi jalan, tapi karena pandemi dan dialihkan ke hal lain sehingga dana pengecoran disini tidak kebagian,” ujar Kades.

Akan tetapi sambung kades, memang sudah ada niat dari warga kampung situ akan mengecor jalan walupun tidak ada bantuan dari pemerintah.

“Tapi alhamdulillah ini berkat dari swadaya masyarakat dan gotong – royong jalan di lingkungannya bisa terbangun yang menghabiskan dana sekitar diatas 70 juta,” ungkapnya.

Kepala desa juga memberikan apresiasi setinggi – tingginya atas kekompakan dan keguyuban yang sangat antusias dalam bergotong – royong.

“Saya atas nama kepala desa bojong memberikan penghargaan setinggi – tingginya kepada warga masyarakat kampung situ Rw/12 atas kekompakannya dalam bergotong – royong yang dimotori oleh Rt setempat beserta jajarannya,” ucap Kades Bojong.

Camat kemang Edi Suwito menyampaikan, bulan bhakti gotong – royong ini memang sudah menjadi agenda tiap taun dilakukan. Kebetulan proses penilaiannya dilaksanakan hari ini, Kamis 10 Juni 2021.

“Kita mencoba untuk khusus kecamatan kemang ini melihat pontensi – potensi yang memang jiwa gotong – royong ini masih tumbuh untuk bisa dipertahankan, bahkan bisa dikembangkan walaupun dengan kondisi perkembangan jaman,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, bahwa gotong – royong ini sudah hampir luntur, tapi mudah – mudahan di kecamatan kemang ini dengan membangkitkan kembali pemberdayaan masyarakat atas kepedulian pembangunan terhadap lingkungannya.

“Kita coba sentuh kembali melalui momen taunan ini (Bulan bhakti gotong royong) dan kami harapkan terpelihara sepanjang masa,” imbuhnya.

Kenapa memilih desa bojong sambung Ia, kami melihat karena desa ini ada potensi yang cukup baik dalam jiwa gotong – royong nya yang salah satunya di kampung setu leutik ini cukup mengapresiasi dalam mempertahankan jiwa gotong – royong di masyarakat.

“Dan ini harus menjadi suatu perhatian khusus, mangkanya kami sedikit melakukan penekanan kepada pak lurah supaya ini tetap dipelihara dan fokus pembangunan supaya diperhatikan.

“Duta lomba yang mewakili desa bojong ini sebetulnya setiap desa dilaksanakan, tapi kami dari skup kecamatan memajukan desa bojong ini agar bisa ikut ivent di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Camat juga berharap agar budaya gotong – royong ini ini agar tetap dipertahankan sebagai kultur budaya bangsa kita (Indonesia).

“Jangan hanya cerita itu muncul dilomba saja, tapi bisa terpelihara sepanjang masa,” tandasnya.

Sementara tim pembinaan dan penilai dari DPMD kab. Bogor, Rusli menyampaikan, bahwa dirinya merasa bangga atas program tersebut yang setiap tahun dilakukan.

“Karena ini memang reguler setiap taun ada. Dan kami berharap ini bisa diseltarikan dan dipertahankan, jadi jangan hanya di bulan bhakti gotong royong saja, kalo bisa kita setiap hari, setiap waktu jadikannlah moment gotong – royong,” pungkasnya. (Rdy)

 

 

Editor: Admin

 311 total views,  1 views today